IniLah Indonesia atau Inikah Indonesia? (Sistem pendidikan)


IniLah Indonesia atau Inikah Indonesia? (Sistem pendidikan)


Pengumuman kelulusan merupakan salah satu hal yang di tunggu-tunggu. Dari penantian yang panjang, apakah usaha selama 3 tahun terbayar  ataupun harus berusaha lagi karena belum mendapatkan hasil yang baik. Debar-debar kelulusan yang membahana, membuat sebagian sekolah memiliki berbagai cara untuk mengumumkannya dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Seperti SMA Negeri 1 Tualang atau SMANegeri 4 Siak misalnya.  Untuk mencegah terulang kembali konvoi di jalanan, coret-coret baju ataupun  mencoret dinding atau jembatan, SMA tersebut membuat pengumuman kelulusan pada website sekolah yang diumumkan pada malam harinya. Hal ini tidak terlepas merupakan salah satu pelajaran dari pengumuman kelulusan sebelumnya yang menyebabkan kerusakan dan kerugian bagi berbagai pihak.

Tidak dapat dipungkiri lagi, telah menjadi trend dan kebudayaan yang sudah mendarah  daging bagi para kaulah muda dalam meng-ekspresi-kan  kegembiraan akan telah usainya mereka dalam menjalankan satu lagi tingkat pendidikan sekolah.  Sebagai tingkat paling atas dalam pendidikan sekolah,  hal itu tidak harus dilakukan karena akan menjadi contoh untuk tingkat sekolah lainnya seperti SD dan SMP. Padahal bukan hanya itu yang dapat dilakukan dalam meng-ekspresi-kan kelulusan.


Selesai pada tingkat pendidikan sekolah, bukanlah menjadi akhir dari segalanya. Bukan menjadi acuan bahwa seseorang itu telah sukses ataupun berhasil. Melainkan sobat-sobat baru menyelesaikan satu tahap pendidikan dan akan kembali  berjuang dalam tahap berikutnya. 

Namun jika kegagalan ditemui pada tahap ini, janganlah berputus asa dan menyerah. Tetaplah semangat… memang sulit untuk menerimanya tetapi jika sobat tetap terpuruk dalam kegagalan itu maka itulah yang sebenar-benarnya kegagalan. Namun seseorang yang ingin sukses dan menginginkan masa depan yang lebih baik akan bangkit dari keterpurukan itu dan menjadikan kesalahan dalam kegagalan nya itu sebagai guru pelajaran yang baik.  

“ Kegagalan bukan merupakan akhir dari segalanya tetapi sobat telah berhasil  menemukan  kesalahan “.  

Untuk itu, diperlukan instropeksi diri dalam mencari kesalahan itu. Namun diri sendiri pun tidak bisa disalahkan secara penuh. Ada berbagai faktor dan kendala yang dihadapi jika kegagalan itu ditemui. Misalnya biaya pendidikan, tenaga pengajar yang tidak merata,  dan tidak adanya sarana dan prasarana yang mendukung,  serta berbagai faktor lainnya yang dapat menyebabkan kegagalan itu.


Contoh kecilnya adalah pemenuhan akan informasi yang kurang. Tentu jelas, di beberapa bagian perkotaan akan mendapatkan informasi yang lebih di bandingkan bagian yang kurangnya saluran informasi yang masuk. Hal inilah yang menjadi pro dan kontra dalam UAN. Karena UAN menjadi standarisasi nasional dalam kelulusan. Yang menyebabkan seluruh sekolah, baik yang tinggal di perkotaan dengan sarana dan prasarana yang lengkap berbarengan dengan informasi yang terpenuhi maupun  di beberapa daerah yang kurang akan sarana dan prasarana  serta pemenuhan informasi yang terkendala HARUS DAPAT menghadapi UAN agar lulus. Ujian standarisasi yang SAMA dengan Fasilitas yang BERBEDA. APAKAH INI ADIL?


ataukah


 
Memang pada tahun sebelumnya dan tahun ini, menggunakan nilai sekolah dan pertimbangan dari guru sekolah untuk menentukan kelulusan. Tetapi tetap terjadi kesenjangan.  Bahkan UAN akan dirancang untuk  digunakan sebagai patokan dalam SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).
Ini menjadi PR besar bagi pemerintah agar sistem pendidikan di Indonesia dapat lebih baik lagi.  

Nah…  itu merupakan salah satu kritik dan saran mengenai sistem pendidikan di Indonesia. Mari kita bantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah bersama ini. Mungkin dengan bersama kita akan menemukan satu solusi nyata yang dapat meningkatkan kembali sistem pendidikan di Indonesia.

 Untuk itu diperlukan kritik dan saran nya serta apa hendak yang harus dilakukan?

Bagaimana menurut sobat?
jika berkenan, mohon di share,. :)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berkomentar lah dengan yang sopan yang tidak mengandung unsur SARA, PORNOGRAFI, Dan TIDAK diperkenankan untuk PROMOSI selain Persetujuan dari ADMIN. Jika di lakukan, Maaf komentar akan DI HAPUS.

Untuk menggunakan Emoticon Komentar, Klik Emoticon yang akan di pasang. Akan muncul kode emoticonnya. Masukkan itu pada saat berkomentar. Terima Kasih
EmoticonEmoticon