Para Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen | Produk susu kadaluarsa atau mengandung melanin dan Bahan makanan yang mengandung boraks dan formalin. Mungkin itu contoh kecil yang marak terdengar dari pelanggaran-pelanggaran atas hak-hak konsumen.  Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa itu sangat membahayakan  bagi kesehatan konsumen.  Produk susu kadaluarsa atau yang mengandung melanin misalnya. Akibat kurangnya ketelitian dan kejelian konsumen dalam memilih produk  susu. Mengakibatkan produk yang dipilih tidak lagi memberikan manfaat melainkan akan berdampak buruk terhadap kesehatan konsumen. Karena pada dasarnya, produk yang telah kadaluarsa berpotensi ditumbuhi jamur dan bakteri yang akhirnya bisa menyebabkan keracunan.

Begitu juga dengan bahan makanan yang mengandung boraks dan formalin.  Seperti kita ketahui bersama bahwa kedua jenis bahan kimia tersebut sangat berbahaya yang jika dikombinasikan dengan bahan makanan lainnya. Dan apabila bahan makanan yang telah terkontaminasi tersebut dikonsumsi secara berkelanjutan dan terus menerus maka kemungkinan besar yang terjadi adalah timbulnya sel-sel kanker yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Itulah segelintir permasalahan yang kerap terjadi di kalangan masyarakat. Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada pemerintah atau instansi terkait tentang permasalahan tersebut. Hal ini juga dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang hak dan kewajiban dalam membeli barang atau menggunakan jasa sebagai konsumen. Cara yang baik dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah ikut andil bersama pemerintah dan instasi terkait dalam mengawasi segala bentuk pelanggaran terhadap hak-hak sebagai konsumen serta menjadi konsumen cerdas yang peka terhadap permasalahan dan paham perlindungan konsumen.

Kementrian Perdagangan Republik Indonesia
 http://ditjenspk.kemendag.go.id/  )

Kenapa harus menjadi konsumen cerdas yang paham akan perlindungan konsumen? Dan Bagaimana caranya?
Dari beberapa permasalahan yang terjadi, itu disebabkan oleh kurangnya bahkan tidak tahunya konsumen akan hak dan kewajibannya. Sehingga sudah sepantasnyalah kita wajib menjadi konsumen yang cerdas. Cerdas disini dimaksudkan bahwa seorang konsumen harus dapat membeli barang atau menggunakan jasa dengan mempertimbangkan unsur-unsur penting yang akan menjadi hak setiap konsumen. Serta sadar akan kewajiban yang dimiliki konsumen itu sendiri.


Tidaklah susah menjadi konsumen cerdas yang paham akan perlindungan konsumen. Seorang konsumen hanya perlu jeli, teliti, dan cermat dalam memilih barang-barang yang akan dikonsumsi serta jasa yang akan dinikmati. Serta dapat aktif menjalankan kiat yang selalu disosialisasikan Kementerian Perdagangan. Yaitu dengan teliti sebelum membeli serta memeriksa label, kartu manual garansi dan tanggal kadaluarsa. Tidak hanya itu, memastikan sebuah produk sesuai dengan standar  mutu K3L juga perlu dilakukan. Dan hal yang penting lainnya adalah seorang konsumen harus dapat menghemat pengeluaran dengan cara membeli barang sesuai dengan kebutuhan dan bukan dengan keinginan. Karena keinginan tidak ada batasnya dan selalu menginginkan yang lebih. Sehingga dengan itu setiap orang dalam masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas.


Dari pembahasan diatas, sering disebutkan mengenai hak dan kewajiban seorang konsumen.Tetapi tahukah, Apa saja yang termasuk hak dan apa saja yang wajib dilakukan seorang konsumen? 


Sering kali konsumen seolah ditipu dengan berbagai iming-iming keuntungan yang diberikan oleh produsen. Padahal semua tidak seperti yang diharapkan. Akibatnya konsumen yang paling dirugikan. Misalnya pada contoh produk susu yang kadaluarsa atau mengandung melanin yang sebelumnya telah dijelaskan. Selain konsumen harus membayar dalam sejumlah harga yang relatif tidak murah, konsumen juga harus menanggung resiko yang dapat mengganggu kesehatan. Ini tidaklah sebanding dengan harganya. Yang semakin lama semakin meningkat tetapi tidak diikuti dengan meningkatnya kualitas produk.


Sebagai konsumen juga harus tahu bahwa konsumen mempunyai hak dan kewajiban yang dilindungi oleh Undang-undang dan mengetahui akses ke lembaga perlindungan konsumen untuk memperjuangkan hak-haknya. Sebagaimana tercantum dalam UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia menjelaskan bahwa hak konsumen diantaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa; hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; dan sebagainya.


Adapun hak-hak yang harus diperoleh seorang konsumen antara lain :

1.      Menerima bukti hasil transaksi pembayaran.

2.      Menerima barang yang sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh produsen.

3.   Dapat menolak atau tidak menerima barang yang tidak memiliki label, kartu manual garansi, tanggal kadaluarsa, atau bahkan yang tidak berstandar SNI.





4.  Dalam keadaan yang baik tanpa ada kerusakan. Biasakan untuk menerima barang yang masih terbungkus rapi dalam kemasan sehingga terjadinya penipuan atau terkontaminasi dengan zat lainnya dapat dikurangi.


5.     Menerima barang yang sesuai dengan takaran atau ukuran timbangan. Kebanyakan di beberapa oknum pasar mencurangi timbangan. Sehingga berat  yang akan diperolah seorang konsumen tidak sebagaimana yang ia inginkan. Dianjurkan untuk dapat menimbang kembali barang yang akan dibeli sehingga para konsumen tidak merasa dirugikan.


Setelah menerima hak yang diperoleh seorang konsumen. Haruslah disertai dengan melaksanakan kewajiban yang dapat dilakukan seorang konsumen. Seperti mempertahankan dan meningkatkan tanggung jawab sosial sebagai konsumen dengan cara membeli produk dalam negeri, serta dapat dengan bijak melestarikan dan menjaga bumi. Dan yang terpenting adalah pola konsumsi pangan yang sehat yang sesuai dengan kebutuhan.

Dalam menjaga dan melindungi hak-hak yang diperoleh seorang konsumen, pemerintah dan instasi terkait telah membuat atap hukum untuk konsumen dan secara rutin pemerintah akan melakukan pengawasan terhadap segala bentuk kecurangan atau penipuan yang dapat melanggar hak-hak konsumen.

Namun jika pelindung hukum tersebut hanya dijadikan sebuah coretan biasa tanpa adanya kebersamaan dan kesadaran untuk menjalankannya, sama saja dengan “bertepuk sebelah tangan”. Diperlukan peran aktif dan peran nyata dari konsumen untuk bersikap kritis, tegas, dan membantu pemerintah dalam menjalankan dan menjunjung tinggi hukum bersama. Sehingga “Tepukan” yang dihasilkan tidak lagi hampa atau kosong belaka, tetapi “tepukan” sorak sorai bahwa telah berhasil melakukannya.







Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments

Berkomentar lah dengan yang sopan yang tidak mengandung unsur SARA, PORNOGRAFI, Dan TIDAK diperkenankan untuk PROMOSI selain Persetujuan dari ADMIN. Jika di lakukan, Maaf komentar akan DI HAPUS.

Untuk menggunakan Emoticon Komentar, Klik Emoticon yang akan di pasang. Akan muncul kode emoticonnya. Masukkan itu pada saat berkomentar. Terima Kasih
EmoticonEmoticon